Menyongsong Generasi Rabbani, Pondok Modern Darussalam Sukaraja Sambut Santri Baru

Majalengka – Pondok Modern Darussalam Sukaraja menyambut kedatangan santri baru Tahun Ajaran 2026/2027 pada Selasa, 30 Juni 2026, dalam suasana penuh kehangatan, harapan, dan rasa syukur. Momen ini menjadi awal perjalanan pendidikan bagi para santri yang siap menempuh proses pembinaan di lingkungan pesantren.

Sejak pukul 09.30 WIB, para wali santri bersama putra-putranya mulai berdatangan ke kompleks Pondok Modern Darussalam Sukaraja. Halaman dan lingkungan pondok tampak dipenuhi para tamu yang datang dari berbagai daerah untuk mengantarkan anak-anak mereka memulai kehidupan sebagai santri. Tepat pukul 10.00 WIB, seluruh santri baru beserta wali santri memasuki Musholla As-Sayuti guna mengikuti pengarahan dari jajaran pimpinan pondok.

Dalam sambutannya, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada pondok yang hingga kini masih berada dalam tahap pengembangan.

Beliau mengungkapkan bahwa meskipun fasilitas pondok belum sepenuhnya sempurna, kepercayaan yang diberikan oleh para wali santri merupakan amanah besar yang harus dijaga bersama.

“Santri-santri yang mendaftar pada tahun ini adalah santri-santri istimewa. Mereka hadir ketika pondok masih dalam proses merintis dan berkembang. Semoga Allah SWT membalas keikhlasan para orang tua dan menjadikan anak-anak ini sebagai generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan umat.”

Beliau juga memaparkan perjalanan sejarah berdirinya Pondok Modern Darussalam Sukaraja, mulai dari awal perintisan hingga berbagai perkembangan yang telah dicapai sampai saat ini. Penjelasan tersebut menjadi gambaran bagi para wali santri mengenai visi, cita-cita, serta arah pendidikan yang terus dibangun oleh pondok.

Pada tahun ajaran ini, Pondok Modern Darussalam Sukaraja menerima 9 santri baru. Selain berasal dari wilayah sekitar, beberapa santri juga datang dari luar daerah, di antaranya Bekasi, serta berbagai kecamatan di Kabupaten Majalengka seperti Jatitujuh, Leuwimunding, Gunungsari, Panyingkiran, dan daerah lainnya. Kehadiran santri dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan semakin luasnya kepercayaan masyarakat terhadap Pondok Modern Darussalam Sukaraja sebagai lembaga pendidikan Islam yang memadukan pembinaan akhlak, ilmu pengetahuan, dan kedisiplinan.

Pengarahan kemudian dilanjutkan oleh Al-Ustadz Deni Muchlasin, B.A. yang menyampaikan pesan kepada para wali santri melalui filosofi TITIP, sebuah nasihat yang diwariskan oleh para Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor kepada setiap orang tua yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pesantren.

Beliau menjelaskan bahwa TITIP merupakan singkatan dari Tega, Ikhlas, Tawakkal, Ikhtiar, dan Percaya.

Huruf T berarti Tega, yakni orang tua harus rela berpisah sementara dengan anak demi masa depan dan pendidikan terbaik yang akan mereka tempuh di pesantren.

Huruf I berarti Ikhlas, yaitu menerima seluruh proses pendidikan yang dijalankan pondok. Orang tua hendaknya ikhlas apabila anak dibimbing dengan disiplin, diberi amanah untuk menjaga kebersihan lingkungan, menyapu, mencuci kamar mandi, maupun menjalankan berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari pendidikan karakter.

Huruf T berikutnya adalah Tawakkal, yakni senantiasa menyerahkan seluruh hasil pendidikan kepada Allah SWT dengan memperbanyak doa dan memohon agar anak-anak diberikan kemudahan, keberkahan, serta keselamatan selama menuntut ilmu di pondok.

Selanjutnya huruf I berarti Ikhtiar, yaitu kesungguhan orang tua dalam mendukung pendidikan anak melalui doa, perhatian, serta memenuhi kebutuhan pribadi maupun biaya pendidikan selama berada di pondok.

Adapun huruf terakhir, P, berarti Percaya. Orang tua diharapkan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pimpinan pondok, para guru, pengasuh, serta seluruh sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Modern Darussalam Sukaraja. Kepercayaan tersebut menjadi fondasi penting agar proses pendidikan dapat berjalan secara optimal dan selaras antara pondok dengan keluarga.

Usai kegiatan pengarahan, para wali santri diarahkan menuju bagian administrasi untuk menyelesaikan proses registrasi akhir. Setelah itu, mereka mendampingi putra-putranya menata lemari, mengatur tempat tidur, serta mempersiapkan berbagai kebutuhan di kamar asrama sebelum akhirnya berpamitan.

Hari penyambutan ini bukan sekadar seremoni penerimaan santri baru, tetapi menjadi momentum dimulainya perjalanan panjang dalam menuntut ilmu, membentuk akhlak, melatih kemandirian, dan menempa karakter. Pondok Modern Darussalam Sukaraja berharap seluruh santri baru dapat mengikuti setiap proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, sehingga kelak tumbuh menjadi generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *