Majalengka — Pondok Modern Darussalam Sukaraja menggelar Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Senin, 4 Rabi’ul Awwal 1448 H/17 Agustus 2026, pukul 07.30 WIB. Upacara berlangsung di halaman utama Pondok Modern Darussalam Sukaraja dan diikuti oleh Pimpinan Pondok, jajaran asatidz, serta seluruh santri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., Direktur LAZIS, Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd., para asatidz, serta seluruh santri.

Upacara berlangsung dengan penuh khidmat. Seluruh santri tampak berbaris rapi mengenakan seragam putih. Pasukan pengibar bendera menjalankan tugas dengan penuh ketegapan dan disiplin, mengibarkan Sang Merah Putih di tengah suasana yang penuh penghormatan.

Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dan Pancasila oleh Pimpinan Pondok dengan suara tegas dan penuh penghayatan. Sementara itu, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disampaikan oleh petugas dari kalangan santri.


Dalam amanatnya, Pimpinan Pondok, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan, termasuk kesempatan untuk memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia.
Beliau juga mengingatkan pentingnya mengenang sejarah perjuangan para pahlawan nasional dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Secara khusus, beliau menekankan besarnya peran ulama dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan.

Menurut beliau, pesantren memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan bangsa. “Pesantren adalah benteng pertama dan utama dalam melawan penjajah dan penjajahan. Pesantren itu harus anti penjajah dan penjajahan. Jika ada pesantren, kiai, atau santri yang tidak anti terhadap penjajahan, maka harus dipertanyakan kembali.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh santri bahwa kemerdekaan tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang yang melibatkan berbagai elemen bangsa, termasuk para ulama dan santri.
Selain berbicara mengenai sejarah perjuangan bangsa, Pimpinan Pondok juga mengingatkan seluruh santri agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu selama berada di pondok. Menurutnya, pendidikan dan pembinaan di pesantren merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Beliau mendorong para santri untuk memiliki cita-cita besar serta mempersiapkan diri agar kelak mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negara.
“Kalaulah nanti kalian menjadi menteri, jadilah menteri yang santri; menjadi pejabat, jadilah pejabat yang santri; menjadi dokter, jadilah dokter yang santri; menjadi polisi, jadilah polisi yang santri; bahkan jika menjadi presiden, jadilah presiden yang santri,” pesan beliau kepada seluruh santri.

Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Pondok Modern Darussalam Sukaraja tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa syukur, nasionalisme, kecintaan terhadap sejarah perjuangan bangsa, serta semangat belajar dan mengabdi bagi seluruh santri.
Melalui pendidikan pesantren, para santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam membangun masa depan Indonesia.
