Sukaraja — Menjelang pelaksanaan Ujian Lisan, seluruh santri Pondok Modern Darussalam Sukaraja mendapatkan pengarahan khusus dari Pimpinan Pondok, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid As-Sayuti Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Selasa, 11 Agustus 2026/28 Safar 1448.
Pengarahan dihadiri oleh Pimpinan Pondok, panitia Ujian Lisan, serta seluruh santri. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk mempersiapkan diri, bukan hanya dari sisi penguasaan materi, tetapi juga kesiapan mental dan kedisiplinan selama menghadapi ujian.
Dalam arahannya, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., mengingatkan para santri agar kembali memperbarui dan memfokuskan niat sebelum menghadapi ujian.
“Perbarui dan fokuskan niat kalian untuk ujian. Jangan sampai salah niat. Niat ujian itu untuk belajar, bukan sebaliknya, belajar untuk ujian,” tegas beliau.
Ujian semestinya tidak dipandang hanya sebagai sarana untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Lebih dari itu, ujian harus menjadi bagian dari proses pendidikan yang membantu santri menemukan cara belajar yang paling tepat bagi dirinya.

“Ujian itu dijadikan sarana untuk lebih giat dalam belajar. Dengan ujian, kita akan belajar bagaimana cara belajar yang baik. Apakah cara belajar saya sudah benar atau belum,” jelasnya.
Beliau juga menekankan bahwa setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Karena itu, proses menghadapi ujian dapat menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengevaluasi metode belajar masing-masing dan menemukan pola belajar yang paling efektif.
Sebaliknya, apabila seorang santri memiliki pola pikir bahwa dirinya hanya perlu belajar ketika menghadapi ujian, maka aktivitas belajar akan berhenti setelah ujian selesai. Hal tersebut terjadi karena tujuan belajarnya hanya berorientasi pada nilai.
“Kalau niatnya belajar untuk ujian, maka setelah ujian kalian tidak akan belajar lagi, karena niatnya hanya untuk mendapatkan nilai besar,” lanjutnya.
Selain memberikan penekanan mengenai niat dan tujuan ujian, Pimpinan Pondok juga memberikan pengarahan terkait kedisiplinan dan berbagai aturan yang harus diperhatikan santri selama masa ujian berlangsung. Beberapa di antaranya adalah disiplin waktu, disiplin dalam berpakaian, serta menaati ketentuan dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh panitia.
Ujian Lisan Pondok Modern Darussalam Sukaraja sendiri menjadi salah satu bentuk evaluasi kemampuan santri dalam menguasai berbagai materi yang telah dipelajari. Dalam pelaksanaannya, setiap santri akan mengikuti tiga jenis ujian lisan, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Al-Qur’an. Masing-masing ujian mencakup berbagai materi sesuai dengan bidang yang diujikan.
Menariknya, ujian tersebut dilaksanakan secara langsung dengan menghadirkan tiga orang penguji sekaligus. Para santri akan berhadapan langsung dengan para penguji melalui sistem lisan atau interview.
Kondisi tersebut menjadikan Ujian Lisan tidak sekadar mengukur kemampuan akademik santri dalam memahami dan menjawab materi. Lebih dari itu, ujian ini juga menjadi sarana untuk melatih dan menguji mental, keberanian, ketenangan, serta kemampuan santri dalam berkomunikasi secara langsung.
Dengan adanya pengarahan ini, para santri diharapkan dapat menghadapi Ujian Lisan dengan persiapan yang matang, niat yang benar, kedisiplinan yang tinggi, serta kesiapan mental yang baik.
Ujian pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang memperoleh nilai tertinggi, tetapi tentang bagaimana setiap santri mampu menjadikan proses ujian sebagai bagian dari perjalanan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih disiplin, percaya diri, dan mampu menemukan cara belajar terbaik bagi dirinya.
