Majalengka— Usai menuntaskan rangkaian ujian awal tahun 1448 H, para santri Pondok Modern Darussalam Sukaraja menutup proses panjang tersebut dengan sujud syukur. Kegiatan yang dilaksanakan setelah ujian tulis pada Rabu, 20 Rabiul Awwal 1448 H bertepatan dengan 2 September 2026 itu berlangsung di Masjid As-Sayuti Pondok Modern Darussalam Sukaraja.
Sujud syukur dipimpin langsung oleh Al-Ustadz Muhammad Zakariya As-Shiddiq dan dilanjutkan dengan doa bersama. Suasana khidmat dan penuh rasa syukur tampak menyelimuti para santri setelah mereka berhasil melewati seluruh rangkaian ujian yang telah menguras tenaga, pikiran, dan kesungguhan selama beberapa pekan.
Bagi Pondok Modern Darussalam Sukaraja, sujud syukur bukan sekadar kegiatan seremonial setelah ujian. Tradisi tersebut telah menjadi salah satu sunnah pondok yang dilaksanakan setiap kali santri menyelesaikan rangkaian ujian. Melalui tradisi ini, para santri diajak untuk menyadari bahwa keberhasilan melewati sebuah proses tidak semata-mata lahir dari kemampuan diri, tetapi juga merupakan nikmat dan pertolongan dari Allah Swt. yang patut disyukuri.

Lebih dari itu, sujud syukur menjadi bagian dari syiar Islam yang terus ditanamkan dalam kehidupan pendidikan di pondok. Di tengah kehidupan yang terkadang membuat manusia lupa mensyukuri berbagai nikmat, para santri justru dibiasakan untuk mengungkapkan rasa syukur secara nyata. Berhasil melalui ujian dengan segala proses dan perjuangannya merupakan sebuah nikmat yang layak untuk disyukuri dan diekspresikan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Setiap keberhasilan yang diraih senantiasa diarahkan untuk melahirkan kesadaran spiritual, kerendahan hati, dan kedekatan kepada Allah Swt. Dengan demikian, ujian tidak hanya menjadi sarana untuk mengukur kemampuan belajar santri, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter dan mental mereka.
Sebagai informasi, para santri Pondok Modern Darussalam Sukaraja telah menjalani rangkaian ujian lisan dan ujian tulis selama kurang lebih tiga pekan. Setelah seluruh rangkaian ujian berakhir, para santri akan memasuki masa liburan.
Masa liburan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi waktu untuk beristirahat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki niat, memulihkan semangat, dan mempersiapkan diri agar kembali ke pondok dengan motivasi belajar yang lebih kuat.
Dengan ditutupnya ujian melalui sujud syukur, Pondok Modern Darussalam Sukaraja kembali menegaskan pesan penting kepada para santrinya: setiap perjuangan patut disyukuri, setiap keberhasilan harus dikembalikan kepada Allah Swt., dan setiap langkah pendidikan harus berujung pada terbentuknya pribadi yang lebih baik.
