Tasyakuran Selesainya Ujian Awal Tahun 1448, Pimpinan Pondok: “Kita Harus Banyak Bersyukur”

Majalengka — Pondok Modern Darussalam Sukaraja menggelar acara Tasyakuran Selesainya Ujian Awal Tahun 1448 pada Rabu, 20 Rabiul Awwal 1448 H bertepatan dengan 2 September 2026. Kegiatan berlangsung di Masjid As-Sayuti Pondok Modern Darussalam Sukaraja dan diikuti oleh seluruh santri, asatidz, serta jajaran pimpinan pondok.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., Direktur LAZIS, Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd., para asatidz, dan seluruh santri.

Kegiatan tasyakuran ini menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar pondok untuk mengungkapkan rasa syukur setelah para santri menyelesaikan rangkaian Ujian Awal Tahun 1448. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk melakukan refleksi atas proses belajar yang telah dilalui.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., mengajak seluruh santri untuk senantiasa memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT.

“Kita ini harus banyak bersyukur. Kita bersyukur karena ilmu kita bertambah, derajat kita juga bertambah,” tutur beliau.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa ujian bukan semata-mata menjadi sarana untuk mengukur hasil belajar santri, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk cara belajar yang lebih baik.

Menurutnya, setelah menyelesaikan ujian, para santri sesungguhnya telah mendapatkan sesuatu yang sangat penting, yaitu kunci untuk belajar dengan benar.

“Selesai ujian ini, kita sudah punya kunci, yaitu kunci bagaimana caranya belajar yang benar,” jelasnya.

Beliau kemudian menegaskan prinsip pendidikan yang menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan belajar di pondok, yakni “ujian itu untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.”

Prinsip tersebut mengandung pesan bahwa ujian hendaknya tidak dipandang hanya sebagai tujuan akhir dari proses pembelajaran. Sebaliknya, ujian harus menjadi wasilah atau sarana yang mendorong santri untuk semakin rajin belajar, memperbaiki cara belajar, serta memahami bagaimana proses belajar yang efektif.

“Jadi, ujian itu menjadi wasilah agar kita mau semakin rajin belajar dan tahu cara belajar,” lanjutnya.

Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh santri untuk menghadapi proses pendidikan pada tahap berikutnya. Setelah melewati ujian, santri tidak hanya diharapkan memperoleh hasil akademik, tetapi juga semakin memahami pentingnya kedisiplinan, kesungguhan, evaluasi diri, dan kebiasaan belajar yang baik.

Acara tasyakuran berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh santri bahwa setiap proses pendidikan merupakan bagian dari perjalanan untuk meningkatkan ilmu, memperbaiki diri, dan mencapai derajat yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

Dengan selesainya Ujian Awal Tahun 1448, keluarga besar Pondok Modern Darussalam Sukaraja diharapkan dapat kembali melanjutkan aktivitas pendidikan dengan semangat yang lebih tinggi, menjadikan pengalaman selama ujian sebagai evaluasi untuk terus belajar dan berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *