Santri PM Darussalam Sukaraja Antusias Ikuti Seminar Motivasi Bersama Al-Ustadz Akbar Zainuddin

Darussalam Sukaraja – Sebuah kesyukuran yang tak terhingga, Motivator dan Penulis nasional Al-Ustadz Akbar Zainuddin dapat silaturahim ke Pondok Modern Darussalam Sukaraja. Yang membuat lebih spesial, beliau menyempatkan untuk mengisi seminar motivasi sekaligus launching buku terbaru beliau yang berjudul “Mondok itu Keren” (22/10/2024).

Acara berlangsung di aula Pondok Modern Darussalam Sukaraja, tepat pukul 09.00 WIB. Momen indah ini diikuti oleh asatidz serta seluruh santri Pondok Modern Darussalam Sukaraja. Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I. Beliau berpesan agar para santri menyimak seminar ini dengan serius dan khusyu’. Beliau juga menyampaikan bahwa saat di Gontor dulu, beliau dan Al-Ustadz Akbar Zainuddin sama-sama mengikuti ekstrakurikuler yaitu ITQAN. Sebuah ekstrakurikuler yang berfokus pada pelatihan menulis dan diskusi.

Usai sambutan Pimpinan Pondok, Al-Ustadz Akbar Zainuddin memulai seminarnya dengan bertanya kepada para santri:”Siapa yang mau keliling Indonesia?”, “Saya!” jawab para santri dengan tegas dan kompak. Dari pertanyaan ini, beliau mengajak santri untuk bermimpi sebesar-besarnya dan setinggi-tingginya. Santri itu tidak boleh takut bermimpi, karena mimpi itu akan Allah kabulkan suatu saat nanti. Syaratnya, niat dan ikhtiar yang kuat.

Lebih lanjut, ada 5 poin utama target dari seminar motivasi ini. Pertama, memantapkan niat belajar di pesantren. Belajar di pesantren itu harus memiliki niat yang kuat dan istiqomah. Karena ujian anak yang belajar di pesantren ini berat, maka niatpun harus kuat. Tidak bisa main-main dan coba-coba.

Kedua, memahami kemampuan diri. “Di pesantren inilah kalian harus tahu dan paham apa kemampuan kalian”. Ujar beliau di hadapan para santri. Kemampuan setiap orang itu berbeda-beda. Maka, pahami apa kemampuan lalu setelah itu kembangkan kemampuan itu selama di pesantren. Karena di pesantren itu tidak hanya belajar ilmu-ilmu agama, namun juga ilmu umum, termasuk teknologi. Al-Ustadz Akbar Zainuddin bercerita ada kawan beliau alumni Gontor yang sekarang sukses menjadi manager di sebuah perusahaan di Taiwan. Beliau hanya modal belajar di Gontor dan tidak kuliah. Tapi bahasa Arab, Inggris hingga Bahasa Mandarin beliau yang mengantarkannya ke Taiwan, tentu dengan bekal mental yang digembleng selama di pesantren.

Ketiga, berani bermimpi. Diharapkan setelah mengikuti seminar ini, para santri tidak takut untuk bermimpi. Mimpi itu tidak dilarang dan boleh setinggi-tingginya. Dalam seminar ini, Al-Ustadz Akbar meminta setiap santri untuk menuliskan mimpinya disebuah kertas. Diantaranya adalah, cita-citamu apa? nanti lulus dengan predikat apa? mau kuliah di mana setelah mondok di sini? Tempat mana yang ingin dikunjungi? Mau hafal al-Qur’an kapan? Apa yang mau dibeli? Semuanya ditulis dan dijawab oleh santri di atas kertas yang kemudian dibacakan satu-satu.

Keempat, berkomitmen memperbaiki diri. Setelah memahami kemampuan diri, maka perlu adanya perbaikan diri. Memperbaiki apa yang kurang dari diri. Karena kehidupan di pesantren secara umum untuk memperbaiki dan mengembangkan diri. Inilah saatnya, mumpung masih muda, masa yang tepat untuk perbaikan diri guna menghadapi masa depan.

Terakhir, ada satu nasehat penting untuk para santri dalam menggapai cita-cita hidup. “Kunci kesuksesan kalian adalah membahagiakan orang tua”, ungkap Al-Ustadz Akbar. “Kebahagiaan orang tua adalah kunci utama suksesnya seorang anak. Jika orang tua bahagia kalian belajar di pondok, maka belajarlah yang baik di pondok ini sampai lulus husnul khotimah. Maka kesuksesan akan menghampirimu karena orang tuamu ridho atasmua”, pungkas beliau. Acara seminar motivasi ini diakhiri dengan foto bersama pemateri dengan seluruh santri Pondok Modern Darussalam Sukaraja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *