Menuju Tahun Akhir, Santri Kelas 5 KMI Darussalam Sukaraja Resmi Diyudisium

Majalengka – Pondok Modern Darussalam Sukaraja kembali menggelar kegiatan tahunan Yudisium Santri Kelas 5 Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) pada Ahad, 25 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan 15 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Modern Darussalam Sukaraja sebagai bagian dari proses evaluasi sekaligus peneguhan langkah para santri menuju kelas akhir.

Santri kelas 5 KMI yang diyudisium tahun ini berjumlah 4 orang, mereka adalah Muhammad Alif Syahab Al-Khalifi, Nabil Eka Putra Ghassani, Teguh Abdi Susanto dan Angger Bagus Satria.

Prosesi yudisium diawali dengan berkumpulnya para santri kelas 5 KMI di depan Gedung Aligarh. Dari tempat tersebut, para santri dipanggil satu per satu oleh Direktur KMI untuk menuju Masjid As-Sayuti, tempat berlangsungnya prosesi inti kegiatan.

Di dalam masjid, telah hadir jajaran pimpinan dan pengasuh pondok yang menyambut kedatangan para santri. Mereka adalah Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., Direktur KMI Al-Ustadz H. Deni Muchlasin, B.A., Wakil Direktur KMI Al-Ustadz Muhammad Haidar Shidqi, M.Pd., serta Direktur LAZIS yang juga menjabat sebagai Wali Kelas 5 KMI tahun ini, Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd.

Para santri kemudian dipanggil secara bergiliran untuk mengikuti prosesi yudisium sekaligus menerima nasihat langsung dari pimpinan pondok dan para asatidz. Momentum ini menjadi saat yang penting bagi para santri sebagai penanda bahwa mereka telah menyelesaikan jenjang kelas 5 dan bersiap memasuki tahun terakhir pendidikan di KMI.

Dalam nasihatnya, Pimpinan Pondok Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I. menyampaikan ucapan selamat kepada para santri atas keberhasilan mereka menyelesaikan proses pembelajaran di kelas 5. Beliau juga mengajak para santri untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan kesempatan yang diberikan Allah SWT.

Beliau mengingatkan bahwa perjalanan di kelas 6 nantinya tidak akan lebih ringan, bahkan akan menghadirkan tantangan yang lebih besar. “Semakin tinggi kelas seorang santri, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul,” pesannya.

Selain itu, beliau menegaskan bahwa santri kelas 6 merupakan kelas akhir di KMI yang posisinya sudah sangat dekat dengan peran seorang ustadz. Oleh karena itu, sikap, tutur kata, serta perilaku para santri harus mampu menjadi teladan bagi adik-adik kelas mereka, mulai dari kelas 1 hingga kelas 5 KMI.

Setelah rangkaian nasihat selesai disampaikan, para santri melaksanakan sujud syukur sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelulusan mereka dari kelas 5. Suasana haru dan khidmat terasa ketika para santri secara bersama-sama menundukkan diri dalam sujud sebagai tanda syukur atas perjalanan pendidikan yang telah mereka lalui.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para santri kemudian menjalani tradisi penggundulan rambut, sebuah tradisi khas di Pondok Modern Darussalam Sukaraja yang melambangkan rasa syukur sekaligus peneguhan tekad untuk memasuki fase baru sebagai santri kelas akhir.

Melalui kegiatan yudisium ini, diharapkan para santri kelas 5 KMI semakin siap secara mental, spiritual, dan intelektual untuk menjalani peran mereka sebagai santri kelas 6 yang tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga mampu menjadi teladan bagi seluruh santri di Pondok Modern Darussalam Sukaraja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *