Darussalam Sukaraja – Ujian lisan telah selesai beberapa hari yang lalu. Kini tiba saatnya para santri menghadapi ujian tulis. Pagi ini, santri Pondok Modern Darussalam Sukaraja mengikuti pembukaan Ujian Tulis Akhir Tahun 1446/2025 (8/2/2025).
Tepat pukul 07.00 WIB semua santri sudah berbaris tegap, para asatidz duduk rapi dan Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja sudah hadir di tempat. Acara dimulai tepat waktu. “Tidak ada kesuksesan tanpa kedisiplinan. Tidak ada kedisiplinan tanpa keteladan dan tidak ada keteladanan tanpa uswatun hasanah” ucap beliau di awal sambutannya.
Demikianlah disiplin di Pondok ini. Semua acara harus berjalan tepat waktu tanpa ngaret sedikitpun. Jika acara dijadwalkan jam 7 pagi, maka harus mulai jam 7 dan semua harus hadir sebelum jam tersebut.

Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., mengingatkan kembali bahwa para santri jangan sampai meremehkan ujian. Salah satu ciri meremehkan adalah malas belajar. Maka, ujian ini harus disikapi dengan serius dan sungguh-sungguh.
Beliau juga menekankan bahwa ujian di pondok ini tidak hanya berbentuk akademis saja. Tidak selalu angka yang menjadi landasan penilaian para asatidz. Namun, ada hal yang lebih penting yang diujikan di sini yaitu ujian mental, kesabaran, kesungguhan, ketekunan, dan lain sebagainya.
Maka motto “Ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian” ini tidak hanya tentang akademis. Tapi diharapkan melalui ujian ini, santri dapat belajar segala hal yang bisa meningkatkan kualitasnya sehingga menjadi khairunnas (sebaik-baik manusia).

Hal yang lebih penting lagi yang beliau sampaikan adalah ada 3 kunci sukses dalam menghadapi ujian ini. Pertama, berdo’a. Kita harus berdoa untuk kesuksesan kita. Karena usaha tanpa do’a adalah sombong. Sedangkan do’a tanpa usaha adalah omong kosong.
Kedua, minta do’a. “Mintalah do’a kepada siapa saja. Orang tua, saudara, guru, teman dan lain-lain.” Kita tidak cukup berdoa untuk diri sendiri. Maka kita butuh bantuan orang lain untuk berdoa. Kita tidak tau melalui doa siapa impian kita akan tercapai.
Ketiga, mendo’akan. Tidak cukup dengan berdoa dan minta doa, tapi harus mendoakan sesama. Do’akan yang baik-baik untuk siapa saja. Karena, pada hakikatnya, do’a yang baik untuk orang lain itu akan kembali kepada kita.
Setelah 3 kunci di atas. Maka sisanya adalah tawakkal atas ketentuan dari Allah SWT. Semoga para santri dimudahkan dalam menghadapi ujian di Pondok Modern Darussalam Sukaraja.

