Darussalam Sukaraja – Pada hari ahad, 2 Februari 2025, Pondok Modern Darussalam Sukaraja mengadakan ujian masuk gelombang pertama. Ujian terdiri dari ujian lisan dan ujian tulis. Ujian lisan mencakup membaca al-Qur’an, tajwid, praktek ibadah, do’a sehari-hari, dan psikotes. Sedangkan ujian tulis mencakup menulis imla (dikte arab) dan berhitung.
Pada gelombang pertama ini, ada 7 calon santri yang sudah mendaftar kePondok Modern Darussalam Sukaraja. Mereka berasal dari Jatitujuh, Kasokandel, Jatiwangi dan Leuwimunding. Semuanya siswa kelas 6 SD.
Sebelum ujian dimulai, para wali calon santri diberikan pengarahan oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja. Diantara poin pentingnya adalah syarat memondokkan anak ke pesantren itu adalah TITIP, yang merupakan singkatan dari Tega, Ikhlas, Tawakkal, Ikhtiar dan Percaya.

Tega, orang tua harus tega berpisah dengan anaknya sementara untuk menuntut ilmu agama. Sebagaimana yang disampaikan K.H. Hasan Abdullah Sahal bahwa orang tua lebih baik menangis sekarang karena berpisah sementara dengan anaknya yang menuntut ilmu agama daripada menangis kecewa saat anaknya lalai terhadap urusan agama.
Ikhlas, orangtua juga harus ikhlas melepas anaknya. Tidak hanya orang tua, tapi anaknya dan guru-guru harus ikhlas dalam menjalani kehidupan di pesantren. Maka kesuksesan dan keberkahan akan didapat.
Tawakkal, orang tua harus tawakkal dan menyerahkan semuanya pada Allah. Karena Allah sebaik-baik tempat bersandar dan mengadu.
Ikhtiar. Memasukkan anak ke pesantren adalah bentuk ikhtiar terbaik dari orang tua untuk anaknya. Memang, pesantren tidak menjamin anak akan menjadi baik. Tapi pesantren adalah tempat terbaik untuk menjaga anak dari lingkungan yang sudah tidak kondusif.
Terakhir adalah percaya. Orangtua harus percaya pada Pimpinan Pondok, guru-guru dan seluruh pembantu di Pondok Modern Darussalam Sukaraja. Percaya bahwa pondok bisa membimbing anak-anaknya menjadi lebih baik.

Selesai pengarahan, para calon santri dipanggil satu persatu untuk diuji lisan dan dilanjutkan dengan ujian tulis berhitung dan dikte arab (imla). Ujian masuk berjalan khidmat dan lancar dan berakhir sebelum sholat dzuhur.
Sebagai informasi, bahwa pendafaran gelombang kedua masih dibuka dari 3 Februari 2025 sampai 28 Juni 2025, dan ujian masuk gelombang kedua akan dilaksanakan pada 29 Juni 2025.
