Kuningan – Objek pertama yang dikunjungi oleh santri akhir KMI Pondok Modern Darussalam Sukaraja adalah Pesantren El-Azam. Ini merupakan pondok pesantren alumni Gontor yang terletak di Kota Kuningan, Jawa Barat.
Pesantren El-Azam memiliki konsep yang unik, yaitu sebagai Laboratorium Alam. Di pesantren ini, ditanami berbagai macam tanaman mulai dari bunga-bunga, buah-buahan dan sayuran. Selain tanaman, juga ada peternakan seperti kambing dan domba.
Letak pesantren yang berada di kaki Gunung Ciremai ini menjadikan pesantren El-Azam sangat rindang dan sejuk serta cocok ditanami berbagai macam tumbuhan. Ada pohon mangga, pepaya, delima, kelapa, anggur, pisang, cincau, bahkan hingga buah kurma tumbuh lebat di pesantren ini. Tidak hanya buah, tapi juga sayuran yang dapat dipanen dan dimanfaatkan oleh santri juga turut ditanam.

Hasil panen buah dan sayuran ini tidak hanya dikonsumsi oleh santri dan asatidz, tapi juga diperjualbelikan ke luar pondok. Prinsipnya, setiap yang tumbuh di pesantren ini menjadi pemasukan untuk pesantren. Santri nyaman karena pesantrennya sejuk, santri juga kenyang karena bisa menikmatinya, dan pesantren juga untuk karena terbantu secara finansial.
K.H. Bahruddin Yusuf, alumni Gontor 1989, selaku Pimpinan Pesantren El-Azzam menyampaikan bahwa menurut beliau, pesantren itu tidak hanya diisi oleh gedung menjulang tinggi yang dipenuhi oleh manusia, tapi juga harus nyaman, sejuk, dan rindang yang mana dipenuhi oleh tumbuh-tumbuhan. Dengan konsep seperti ini, diharapkan santri memiliki inspirasi saat dewasa nanti ketika ia mulai tertarik dengan pertanian, perkebunan ataupun peternakan.

Dalam peternakan kambing, ada hal unik yang . Selain pemanfaatan daging dan kotorannya, air kencing kambing juga menjadi hasil produksi pesantren ini. Menurut beliau, satu liter air kencing dijual seharga Rp 4000, dan dalam sebulan bisa menghasilkan 2000 liter.
Santri akhir KMI menyimak dengan seksama dan sangat antusias bertanya tentang perkebunan kurma khususnya. Ada hal penting yang disampaikan beliau tentang pembuahan buah kurma. Mengapa pohon kurma di Indonesia sering tidak berbuah? Memang tumbuh, tapi jarang sekali yang berbuah. Menurut beliau, kuncinya adalah pembuahan pohon kurma betina oleh pohon kurma jantan. Di Timur Tengah, pohon kurma betina dan jantan sudah tersebar dan tumbuh tahunan.
Sedangkan di Indonesia, yang ada pohon jantan tumbuh di satu tempat, dan pohon betinanya tumbuh di tempat lain yang jaraknya cukup jauh. Itulah mengapa pohon kurma di Indonesia tidak berbuah.

Setelah diskusi panjang, kami diajak mengelilingi perkebunan melon dan anggur di green house. Tampak beberapa pohon melon sudah berbuah. Menurut penjaga perkebunan tersebut, melon yang ditanam tersebut merupakan melon premium dan harga jualnya mencapai Rp 75.000/kg.
Selain melon, kami juga mencicipi kurma muda yang sudah berbuah. Buah kurma itu dibungkus plastik untuk menjaganya dari air hujan. Menurut beliau, jika terlalu banyak terkena air maka buahnya tidak akan bagus.
Banyak hal yang didapatkan dan semoga menjadi inspirasi dan bekal bagi santri akhir KMI Pondok Modern Darussalam Sukaraja.
