Majalengka – Pondok Modern Darussalam Sukaraja secara resmi membuka kegiatan Fathul Kutub bagi Siswa Kelas 5 KMI (13/12/2025). Acara pembukaan ini dilaksanakan di Aula Masjid As-Suyuti, dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Haidar Khoirunnida, M.Pd., serta Direktur LAZIS, Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd.. Turut hadir pula para ustadz pembimbing dan seluruh siswa kelas 5 KMI sebagai peserta utama kegiatan.

Dalam sambutannya, Pimpinan Pondok, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan Fathul Kutub ini memiliki tujuan strategis dalam proses pendidikan santri. Di antaranya adalah melatih santri agar mampu menggunakan bahasa Arab secara aktif, membiasakan belajar secara mandiri (otodidak), serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu dan tradisi membaca kitab-kitab karya para ulama.
Beliau juga menyampaikan bahwa Fathul Kutub diharapkan dapat memperluas wawasan keilmuan santri. Selain itu, menghilangkan anggapan bahwa santri Pondok Modern Darussalam Sukaraja tidak mampu membaca kitab berbahasa Arab. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sikap moderat dalam beragama. Menurutnya, fanatik terhadap Islam merupakan hal yang baik, namun fanatik terhadap satu mazhab tertentu hingga menyalahkan mazhab lain adalah sikap yang tidak tepat.

Kegiatan Fathul Kutub ini diadakan sebagai bentuk kepercayaan pondok terhadap mereka. Setelah menempuh masa belajar selama 3-4 tahun, santri dinilai telah memiliki bekal yang cukup untuk membaca dan menganalisis kitab-kitab para ulama tersebut.
Setelah sambutan pimpinan pondok, Wakil Direktur KMI, Al-Ustadz Haidar Khoirunnida, M.Pd., menyampaikan teknis pelaksanaan kegiatan Fathul Kutub yang akan berlangsung selama empat hari. Para santri akan diberikan judul-judul permasalahan dari tiga bidang keilmuan, yaitu fikih, tauhid, dan hadits. Selanjutnya, mereka diminta menyusun makalah ilmiah singkat dan dipresentasikan menggunakan bahasa Arab di hadapan teman-teman serta ustadz pembimbing, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penarikan kesimpulan hukum.
Pada sesi akhir, Direktur LAZIS, Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd., menyampaikan penjelasan terkait teknis penulisan makalah ilmiah yang akan menjadi pedoman bagi para santri selama mengikuti kegiatan Fathul Kutub.
Melalui kegiatan ini, Pondok Modern Darussalam Sukaraja berharap dapat mencetak santri yang tidak hanya mampu membaca kitab kuning, tetapi juga kritis, toleran, dan siap berkontribusi dalam khazanah keilmuan Islam.
