Pagi tadi, Jumat (24/11) kami membuka secara resmi Darussalam Sukaraja Olympiad. Selama kurang lebih sepekan kedepan akan digelar berbagai pertandingan olahraga antar santri, antara lain: futsal, volly, takraw, bulu tangkis, tenis meja, renang, bela diri, dll.
Kenapa di Makkah itu banyak sekali malaikat, banyak sekali kebaikan banyak sekali Allah kasih keberkahan di dalam dan disekitarnya? Karena di Makkah ada Masjidil harom yang mana di dalamnya ada Kabah, dan orang-orang beribadah kepada Allah di dalamnya. Ada amalan yang paling utama ketika kita berada di masjidil harom yaitu Thowaf, kalaulah setiap kali kita masuk mesjid itu disunnahkan shalat tahiyatul masjid, namun di masjidil harom ibadah yang disunahkan ketika datang pertama kali ke mesjid tersebut adalah Thowaf, baru sesudahnya kita disunnahkan melakukan sholat sunnah thowaf dua rokaat dan Thowaf itu caranya adalah mengelilingi kabah 7 putaran dibarengi dengan doa dan dzikir kepada Allah Swt, adanya keberkahan di sekitar kabah adalah karena ada pergerakan (mengelilingi) kabah sebanyak 7 putaran, bergerak itulah yang menyebabkan banyaknya keberkahan, maka kalau ingin hidup kita diberkahi oleh Allah kita harus bergerak untuk berbuat kebaikan, beramal shaleh.
تحرّك فإنّ في الحركة بركة
“Bergeraklah, karena dalam setiap pergerakan ada keberkahan”
Inilah yang ditanamkan, diajarkan dan dipraktekkan oleh guru kami, kyai kami alm, DR. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi M.A, semoga Allah menerima amal baik beliau dan mengampuni segala dosanya dan ditempatkan di SurgaNya nanti, aamiin.
Maka di pondok Darussalam Sukaraja ini, kegiatan silih berganti dalam dinamika yang tinggi. Tujuannya untuk membiasakan kesibukan pada diri santri. Ada kegiatan olahraga seperti olimpiade ini, nanti ada lagi keilmuan, kesenian, keterampilan, kebahasaan, kepanduan, dan lain sebagainya, Berkesinambungan.
Bulan depan, ada Pentas seni, setelahnya lagi ada manasik haji, kemudian ada fathul kutub bagi kelas lima, setelahnya ada Pelantikan OPPMDS 2023-2024. Setelahnya lagi ada Leadership Training untuk pengurus OPPM Baru.
Pekan berikutnya lagi ada Lomba kepramukaan, kemudian setelahnya Ada cerdas cermat antar kelas, kemudian Ada Public speaking contes (lomba pidato berbahasa Arab dan Inggris) Dan lain sebagainya.
Anak-anak terlibat semuanya; bisa jadi seorang santri terlibat di dua, tiga atau lebih di berbagai kegiatan dalam waktu yang sama. Terpaksa, mereka harus pandai mengatur siasat diri, membagi waktu, pikiran, tenaga dan loyalitas. Hal ini bagian dari pendidikan. Dalam hidden curriculum.
Sibuk yang produktif. Itulah slogan yang didengungkan mereka. Kita berharap sibuk dan produktif ini menjadi habit, karena dilakukan secara terus menerus untuk waktu yang lama dalam beberapa tahun. Kemudian menjadi kultur mereka.
Anak-anak menjadi terbiasa dengan kesibukan yang produktif. Sibuk berpikir, sibuk berorganisasi, sibuk mengatur orang, sibuk bernegosiasi, sibuk bekerja, dan sibuk berkarya.
Habit mereka adalah kesibukan. Bukan pengangguran. Sat set, dinamis, kreatif dan produktif. Tidak klemar klemer.
Kalender hidupnya di pesantren dipenuhi oleh aktifitas yang berguna. Sehingga, jika ada satu menit saja yang terlewatkan dari kesibukan yang produktif, itu artinya kesempatan yang terbuang untuk mencapai sukses.
Kesibukan dan kegiatan-kegiatan itu sejatinya adalah investasi moral dan sosial mereka untuk menyongsong kehidupan di masa depan.
Sibuk dan produktif itu ciri yang melekat pada seorang pemimpin yang berhasil. Ya, karena anak-anak itu dididik untuk menjadi calon pemimpin masa depan. Mendidik calon pemimpin, mendidiknya dengan kesibukan-kesibukan yang produktif.
… واجعلنا للمتقين إماما….
Sukses dan berkah selalu, anak-anakku… bismilLaah.












