Apel Tahunan Khutbatu-l-‘Arsy 1448 Teguhkan Semangat Kepemimpinan Santri

Majalengka – Pondok Modern Darussalam Sukaraja menggelar Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy 1448 H/2026 M pada Sabtu pagi, 11 Juli 2026/26 Muharram 1448, di lapangan utama pondok. Kegiatan yang menjadi agenda wajib tahunan tersebut diikuti oleh seluruh santri dan asatidz sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan Khutbatu-l-‘Arsy sekaligus pembukaan tahun pendidikan di lingkungan pondok.

Apel dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan suasana yang tertib dan khidmat. Sejak pagi, seluruh santri telah memenuhi lapangan utama dengan mengenakan pakaian resmi dan berbaris rapi sesuai konsulat masing-masing. Barisan disiapkan oleh para komandan pleton di bawah arahan komandan upacara sehingga seluruh rangkaian apel berlangsung dengan disiplin.

Para santri menempati barisan berdasarkan daerah asal yang tergabung dalam sejumlah konsulat, yaitu Jatiwangi, Jatitujuh, Kasokandel, Panyingkiran, Sukahaji, Leuwimunding, Sumedang, Cirebon, Karawang, dan Bekasi. Kekompakan setiap konsulat menjadi salah satu pemandangan yang menambah semarak pelaksanaan apel tahunan tersebut.

Hadir dalam kegiatan ini Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., Direktur KMI Al-Ustadz H. Deni Muchlasin, B.A., Direktur Wakaf Al-Ustadz Galih Arum, Am.D., Direktur LAZIS Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd., serta seluruh asatidz dan santri Pondok Modern Darussalam Sukaraja.

Rangkaian upacara diawali dengan prosesi pengibaran Bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera. Seluruh peserta apel memberikan penghormatan dengan penuh khidmat, mencerminkan semangat nasionalisme yang menjadi salah satu nilai penting dalam pendidikan pesantren.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok bersama Direktur KMI bertindak sebagai inspektur upacara di atas panggung kehormatan. Sambutan utama disampaikan oleh Direktur KMI Al-Ustadz H. Deni Muchlasin, B.A. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa pesantren merupakan tempat pendidikan yang sangat relevan bagi generasi muda saat ini, khususnya Generasi Z.

Beliau menyampaikan bahwa pesantren tidak hanya mencetak generasi yang memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, kedisiplinan, serta integritas yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, para santri yang hari ini menimba ilmu di Pondok Modern Darussalam Sukaraja merupakan calon-calon pemimpin bangsa yang akan mengambil peran penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Kalian adalah generasi yang kelak akan memimpin Indonesia. Persiapkan diri dengan ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan kesungguhan selama menempuh pendidikan di pesantren,” pesan beliau di hadapan seluruh peserta apel.

Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya yang dipersembahkan oleh para santri. Di antaranya Tari Kecak, Tari Campursari, serta demonstrasi dari Persatuan Bela Diri Darussalam Sukaraja yang mendapat sambutan meriah dari seluruh peserta.

Setelah seluruh penampilan selesai, para santri kembali membentuk barisan secara tertib untuk mengikuti pawai keliling Desa Sukaraja Kulon. Dengan tetap menjaga kerapian formasi, mereka melakukan gerak jalan bersama sebagai bagian dari rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy sekaligus memperkenalkan kehidupan pesantren kepada masyarakat sekitar.

Apel Tahunan Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy merupakan tradisi yang diselenggarakan setiap tahun di Pondok Modern Darussalam Sukaraja. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai disiplin, persatuan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada seluruh santri sejak awal tahun pendidikan.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pelaksanaan apel. Setelah seluruh prosesi selesai, para santri dan asatidz mengikuti Kuliah Umum yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok sebagai pembekalan awal memasuki tahun ajaran baru. Secara keseluruhan, rangkaian Pekan Perkenalan Khutbatu-l-‘Arsy berlangsung selama dua hari dengan berbagai agenda pendidikan, pembinaan karakter, serta pengenalan nilai-nilai kehidupan pesantren kepada seluruh santri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *