Majalengka – Pondok Modern Darussalam Sukaraja kembali menyambut kedatangan santri baru dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan pada Ahad, 29 Juni 2025. Sejak pukul 07.00 pagi, para santri baru mulai berdatangan ke lingkungan pondok yang terletak di Desa Sukaraja Kulon, Jatiwangi, Majalengka ini, diantar langsung oleh orang tua atau wali masing-masing.

Tepat pukul 08.00 WIB, seluruh santri dan wali santri berkumpul di aula Masjid As-Sayuti Pondok Modern Darussalam Sukaraja untuk mengikuti acara pengarahan yang disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan 5 kunci sukses memondokkan anak ke pondok pesantren yang terangkum dalam kata TITIP. Huruf T yang pertama berarti Tega. Orang tua harus tega untuk berpisah sementara dengan anak-anaknya. Sebagaimana pepatah yang sering disampaikan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal, ‘lebih baik kamu menangis sementara karena berpisah dengan anakmu yang menuntut ilmu agama, daripada kamu menangis suatu hari nanti karena anakmu lalai terhadap urusan agama’.

Selanjutnya, huruf I berarti Ikhlas. Anak harus ikhlas, orangtua harus ikhlas untuk menuntut ilmu di pesantren. Harus ikhlas jika anak disuruh menyapu, membersihkan kamar, diarahkan, dibimbing oleh asatidz. Ikhlas adalah kunci suksesnya menuntut ilmu.
Huruf ketiga adalah T yang berarti Tawakkal. Tawakkal adalah bentuk penyerahan diri kepada Allah. Percaya bahwa Allah sebaik-baik pemilik rencana. Apapun yang dilakukan oleh anak di pondok, bertawakkalah kepada Allah dan yakin Allah akan menjaganya.
Huruf selanjutnya adalah I yang berarti Ikhtiar. Ikhtiar orangtua yang anaknya sedang menuntut ilmu di pondok pesantren dengan 2D; D pertama adalah do’a. Orangtua harus terus mendoakan anaknya agar diberikan kekuatan dan istiqomah dalam menuntut ilmu. Huruf D yang kedua adalah Dana. Sebagaimana pepatah yang disampaikan Imam Syafii bahwa salah satu syarat menuntut ilmu adalah dengan harta.
Huruf terakhir adalah P yang artinya Percaya. Orang tua harus percaya pada pondok, pimpinan pondok, asatidz dan seluruh yang menjadi pengurus di pondok. Percaya bahwa pondok mampu menjaga dan membimbing anak-anak. Satu hal yang perlu diingat, bahwa pondok itu bukan tukang sulap yang bisa mengubah anak yang tadinya nakal menjadi baik hanya dalam sekejap.


Kegiatan penyambutan ini berlangsung tertib dan lancar. Seluruh santri hadir tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, menunjukkan semangat dan kesiapan mereka untuk memulai fase baru dalam kehidupan pendidikan dan spiritual.
Tahun ini, jumlah santri baru mencapai 10 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi indikator kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap sistem pendidikan dan pembinaan yang diterapkan di Pondok Modern Darussalam Sukaraja.




Proses penyambutan santri baru melibatkan panitia khusus yang terdiri dari para asatidz dan santri senior. Mereka menyambut para pendatang baru dengan ramah dan penuh kekeluargaan, membantu mengarahkan mereka menuju asrama serta memberikan informasi dasar mengenai kehidupan pondok.
Dengan dimulainya tahun ajaran baru ini, Pondok Modern Darussalam Sukaraja berharap para santri baru dapat segera menyesuaikan diri dan tumbuh menjadi generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
