Majalengka — Pondok Modern Darussalam Sukaraja terus berkomitmen dalam pengembangan dan penyebarluasan pembelajaran Bahasa Arab berbasis metode langsung (direct method). Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui pengiriman tutor Bahasa Arab ke MA Daarul Uluum PUI Majalengka dalam kegiatan pelatihan Bahasa Arab bagi guru dan staf madrasah.
Pelatihan ini dilaksanakan selama dua pekan, mulai 6 hingga 20 Januari 2026, bertempat di Laboratorium Komputer MA Daarul Uluum PUI Majalengka. Seluruh guru dan staf madrasah menjadi peserta dalam kegiatan tersebut, yang dirancang secara intensif dan aplikatif.
Pondok Modern Darussalam Sukaraja menugaskan dua tutor utama, yakni Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., selaku Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, serta Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd., Direktur LAZIS sekaligus Direktur Pengembangan Bahasa Pondok Modern Darussalam Sukaraja. Keduanya merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dan aktif mengembangkan sistem pembelajaran bahasa.

Dalam pelatihan ini, para tutor menerapkan metode pembelajaran Bahasa Arab yang telah menjadi ciri khas Pondok Modern Darussalam Sukaraja, yakni direct method atau metode langsung. Metode ini menekankan penggunaan Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar utama dalam proses pembelajaran, sehingga peserta dibiasakan untuk mendengar, memahami, dan mempraktikkan Bahasa Arab secara langsung tanpa bergantung pada terjemahan Bahasa Indonesia.

Materi yang disampaikan meliputi Bahasa Arab dasar menggunakan kitab Durūs al-Lughah karya K.H. Imam Zarkasyi dan K.H. Imam Syubbani yang digunakan di Pondok Modern Darussalam Gontor, serta materi muhādatsah berupa ungkapan-ungkapan ringan yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Seluruh materi tersebut merupakan bagian dari sistem pembelajaran bahasa yang saat ini telah diterapkan secara aktif bagi santri Pondok Modern Darussalam Sukaraja.
Kepala MA Daarul Uluum PUI Majalengka, Ilisya P. Indrasari, S.Si., M.Pd.I., menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, kehadiran tutor dari Pondok Modern Darussalam Sukaraja menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali budaya berbahasa Arab yang pernah berkembang kuat di lingkungan Daarul Uluum.
“Kami ingin mengembalikan suasana lingkungan bahasa Arab seperti dahulu. Untuk itu, guru-guru juga harus mampu berkomunikasi aktif dengan Bahasa Arab, tidak hanya siswanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman menegaskan bahwa pelatihan ini tidak ditujukan untuk menjadikan peserta langsung mahir secara menyeluruh, melainkan sebagai pintu awal dalam membangun kesadaran dan kebiasaan berbahasa.
“Bahasa tidak cukup dipelajari di kelas atau dalam satu program pelatihan. Bahasa harus terus digunakan dalam aktivitas sehari-hari agar hidup dan berkembang,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pondok Modern Darussalam Sukaraja berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan pembelajaran Bahasa Arab di berbagai lembaga pendidikan, sekaligus memperluas implementasi metode pembelajaran bahasa yang telah teruji dan berjalan efektif di lingkungan pondok.
