Jelang Ujian Syafahi, Pimpinan Pondok Beri Pengarahan untuk Penguji

Majalengka – Pondok Modern Darussalam Sukaraja menggelar kegiatan Pengarahan Ujian Syafahi untuk Para Penguji pada Kamis malam, 22 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung selepas salat Isya hingga selesai dan bertempat di Mushola As-Sayuti, lingkungan Pondok Modern Darussalam Sukaraja. Acara tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi ujian syafahi akhir tahun bagi santri tahun ajaran 2025–2026/1446–1447.

Kegiatan pengarahan ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., Direktur LAZIS Pondok Modern Darussalam Sukaraja Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd., serta seluruh asatidz yang akan bertugas sebagai penguji. Kehadiran para pimpinan dan dewan guru menunjukkan keseriusan pondok dalam menjaga kualitas pelaksanaan ujian syafahi sebagai salah satu instrumen evaluasi utama pendidikan pesantren.

Dalam pengarahannya, Pimpinan Pondok menekankan pentingnya persiapan yang matang bagi para penguji. Ia menegaskan bahwa sebagaimana proses mengajar di kelas yang membutuhkan perencanaan, proses menguji pun menuntut kesiapan yang tidak kalah serius. Materi dan pertanyaan yang akan diajukan kepada santri wajib tertulis dalam buku i‘dād dan harus ditashih terlebih dahulu oleh asatidz senior, guna menghindari kesalahan konsep maupun kekeliruan saat pelaksanaan ujian.

Lebih lanjut, Pimpinan Pondok menyampaikan bahwa pada hakikatnya, masa ujian bukan hanya menjadi ujian bagi santri, tetapi juga bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk para asatidz penguji. Oleh karena itu, para penguji dituntut untuk menunjukkan kedisiplinan tinggi, mulai dari kesiapan materi hingga ketepatan waktu. Bahkan, para penguji diwajibkan hadir sebelum ujian dimulai sebagai bentuk tanggung jawab dan keteladanan bagi santri.

Pada kesempatan yang sama, Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd., mewakili Direktur KMI, membacakan disiplin dan kewajiban para penguji ujian syafahi. Di antara poin penting yang disampaikan adalah kewajiban mengenakan pakaian resmi mengajar yang dilengkapi dengan jas. Selain itu, setiap penguji diharapkan mampu menjadi teladan dalam perkataan, sikap, dan adab selama proses ujian berlangsung.

Pengarahan juga mencakup hal-hal teknis secara detail, termasuk urutan dan bentuk soal yang harus ditanyakan terlebih dahulu kepada santri. Penekanan terhadap aspek teknis ini bertujuan untuk menjaga nilai-nilai pendidikan, ketertiban, serta kesakralan suasana ujian syafahi di Pondok Modern Darussalam Sukaraja.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pengarahan tersebut, para asatidz diberikan waktu selama dua hari untuk menyusun i‘dād ujian. Seluruh i‘dād yang telah disusun nantinya akan ditashih oleh Pimpinan Pondok dan guru-guru senior sebelum digunakan dalam pelaksanaan ujian syafahi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *