PM Darussalam Sukaraja Awali Semester Kedua 1447 H, Pimpinan Pondok:”Bersyukur Kalian Jadi Santri!”

SUKARAJA — Pondok Modern Darussalam Sukaraja resmi menggelar pembukaan tahun ajaran baru semester kedua pada Ahad, 5 Oktober 2025 yang bertepatan dengan 13 Rabiul Akhir 1447 H. Acara yang berlangsung di lapangan Pondok Modern Darussalam Sukaraja ini dihadiri oleh seluruh santri, dewan guru, Pimpinan Pondok Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., serta Direktur LAZIS Darussalam Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd.

Dalam sambutannya, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I. menyampaikan sejumlah pesan penting bagi para santri sebagai bekal dalam memulai semester baru.

Pertama, beliau mengajak para santri untuk bersyukur karena menjadi bagian dari lingkungan pesantren yang mendidik dan membimbing mereka selama 24 jam penuh.

“Bersyukurlah kalian menjadi santri. Kalian diawasi, dibimbing, dan dididik tanpa henti. Usia 12 hingga 20 tahun adalah usia emas yang harus dijaga dan diisi dengan hal-hal bermanfaat, karena masa depan kalian ditentukan pada usia tersebut,” tegasnya.

Kedua, beliau mengapresiasi kedisiplinan para santri yang kembali ke pondok tepat waktu setelah liburan.

“Kami ucapkan terima kasih karena kalian sudah hadir tepat waktu. Ini menandakan kalian sudah berdisiplin dengan baik, dan disiplin adalah salah satu tanda kesuksesan,” ujarnya.

Ketiga, pimpinan pondok menegaskan bahwa para santri adalah pejuang di jalan Allah (fii sabilillah) karena sedang menuntut ilmu.

“Kalian adalah fii sabilillah, karena kalian sedang menuntut ilmu. Andai seseorang meninggal dalam keadaan menuntut ilmu di pondok, maka insya Allah ia termasuk syahid,” tutur beliau.

Keempat, Al-Ustadz Zakiyaman menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny beberapa hari sebelumnya.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Khoziny. Semoga yang masih sakit segera disembuhkan, yang wafat dijadikan syahid, dan kepada walisantri diberikan kesabaran dan ketabahan,” ucapnya penuh empati.

Kelima, beliau menutup dengan pesan agar santri memperbarui niat dan kesiapan hati setelah liburan sebelum kembali menuntut ilmu.

“Tujuan liburan adalah untuk menata, memperbarui, dan memperbaiki niat menuntut ilmu. Maka ketika kembali ke pondok, tinggalkan semua kenangan liburan. Masuklah ke pondok ini dengan sempurna — udkhuluu fi Darissalam Sukaraja kaaffah. Jangan sampai jasadnya di pondok, tapi hatinya di rumah, jiwanya di stasiun atau terminal,” pesannya disambut tawa kecil para santri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd., menandai berakhirnya rangkaian kegiatan pembukaan semester genap.
Suasana haru dan semangat terpancar dari wajah para santri yang siap memulai kembali proses belajar dengan tekad dan niat yang lebih kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *