Pada hari Sabtu (17/08/2024), Pondok Modern Darussalam Sukaraja mengadakan upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, sekaligus memperingati Hari Pramuka Nasional secara serempak, yaitu dengan acara Perkemahan Sabtu Ahad (PERSABAH).
Jika tahun sebelumnya upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia diadakan di halaman pondok, tahun ini berbeda. Upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia diadakan di Bumi perkemahan Leles, Sindangwangi, Majalengka.

Pada upacara kemerdekaan kali ini, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I, selaku inspektur Upacara menyampaikan pidatonya tentang makna kemerdekaan.
“Hari ini kita memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79, negeri yang kita cintai ini merdeka bukan hasil pemberian negara penjajah, melainkan karena bantuan dan pertolongan dari Allah SWT, melalui para pahlawan kemerdekaan, khususnya para ulama dan Kiai kita terdahulu. Ada K.H.Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Wahid Hasyim, KH. Zainul Mustofa, dan lainnya. Semenjak dari dulu para ulama bergerak dan menggerakan santri. Menanamkan dan mengajarkan bahwasanya kita dari dulu sampai sekarang dan nanti anti penjajah dan penjajahan. Merdeka itu bukan berarti bebas sebebas – bebasnya, mengerjakan sesuatu sesukanya. Bebas berbuat kemaksiatan, bebas melakukan hal – hal negatif, bebas mengekploitasi, mengintimidasi, menindas, memanfaatkan, bukan itu! melainkan bebas itu ada batasannya, ketika kita melaksanakan perkemahan di hutan kita bebas dari kebisingan kendaraan, bebas dari polusi udara tetapi kita tidak bisa terbebas dari gigitan nyamuk, tidak bisa terbebas dari dinginnya malam, tidak bisa terbebas dari suara jangkrik, maka kebebasan seseorang itu dibatasi oleh kebebasan orang lain.
ِحُرِّيَةُ المَرْء ِمَحْدُوْدَةٌ بحرّيةِ غَيْرِه

Merdeka atau bebas itu adalah ketika kita bisa bebas mengerjakan kebaikan di tengah kemaksiatan, menegakkan keadilan di tengah kedzoliman, mengatakan kebenaran bukan hanya membenarkan kenyataan, memberikan kepada yang berhak menerima, tidak memberi kepada yang bukan haknya. Itulah arti merdeka yang sesungguhnya.”
Kemudian selanjutnya, beliau menyampaikan bagaimana menyikapi kemerdekaan dengan benar, apa yang harus dilakukan oleh kita sebagai seorang pelajar, sebagai seorang santri.
“Menyikapi kemerdekaan adalah dengan bersyukur, bersyukur dengan lisan dan perbuatan. Dengan lisan kita bersyukur memuji kepada Allah SWT, atas karunia nikmat kemerdekaan ini, setiap saat dan di berbagai kesempatan, juga berterima kasih kepada para pahlawan kemerdekaan khususnya para ulama, orang-orang muslim, semoga Allah SWT menempatkan mereka di SyurgaNya, kemudian bersyukur dengan perbuatan yaitu bagaimana caranya mempertahankan kemerdekaan ini, maka kita sebagai seorang santri harus terus belajar, meningkatkan kualitas belajar dengan sungguh-sungguh agar menjadi orang Sholeh, pintar dan benar, sehingga kedepan kita tidak dijajah kembali oleh penjajah, tidak mudah ditipu, dieksploitasi, dimanfaatkan, bisa menjadi tuan di negeri sendiri, dan bisa sejahtera dan mensejahterakan, hidup dan menghidupi, bermanfaat bagi agama nusa dan bangsa”.
Adapun petugas dalam upacara kali ini adalah, Pemimpin Upacara Hasbi Huzairi, 6B (Gunungsari), Pemimpin pasukan Teguh Abdi Susanto, 4B(Sukaraja kulon), Nabil Eka Putra 3 Intensif B (Kadipaten), Angger Bagus Satria 4B(Sukaraja kulon), Muhammad Alif Shahab 4B (Sukaraja Kulon), Pengibar Bendera, Gathan Abdurrahman 2B (Sukaraja kulon), Umay Maulana Yusuf 3B(Cirebon), Rifal 3B (Karawang), Pembawa teks Pancasila, Fadhil 2B (Gunungsari), pembawa teks Proklamasi Aldo 2B (Cikonde), dan pembaca UUD 1945, Yusril Fauzan Hakim 6B (Gunungsari).


Acara PERSABAH ini berlangsung selama 2 hari 1 malam. Dimulai dari 17 Agustus hinggal 18 Agustus 2024. Dalam PERSABAH ini, ada banyak kegiatan kepramukaan seperti upacara, lomba 17 Agustus, lomba kepramukaan, menjelajah hutan dan sungai, upacara api unggun, dan lain-lain.
