Darussalam Sukaraja – Alhamdulillah, ujian pertengahan tahun 1446/2024 Pondok Modern Darussalam Sukaraja telah usai. Hari ini, seluruh santri dan asatidz bersama-sama mengadakan tasyakuran atas selesainya ujian tersebut.
Hadir dalam kesempatan ini Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., Direktur Lazis Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd., dan asatidz yang lainnya. Dalam sambutannya, Ustadz Zaki berpesan agar tetap menjaga filosofi pondok kita yaitu belajar untuk ujian bukan ujian untuk belajar. Orang yang berniat ujian ini menjadi wasilah belajar, maka setelah ujian dia akan tetap belajar. Namun, jika niat belajar hanya untuk ujian, maka dia akan meninggalkan buku setelah ujian.

Setelah kurang lebih 3 pekan lebih menjalani ujian, baik ujian lisan ataupun ujian tulis, hari ini para santri mengadakan tasyakuran, dilanjutkan dengan pembacaan Buku Ettiquete, dan pesan nasehat sebelum pulang untuk liburan.
Di Pondok Modern Darussalam Sukaraja, ujian ada 2 macam: ujian lisan dan ujian tulis. Pada ujian lisan, 1 santri akan berhadapan dengan 3 penguji dari ustadz ataupun kelas 6. Selama kurang lebih 30 menit akan diuji sesuai materi. Ada 3 materi utama dalam ujian lisan, yaitu: Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Al-Qur’an.

Pada materi Bahasa Arab, terdiri dari beberapa materi diantaranya: Durusullughah al-Arabiyyah, Mutholaah, Shorf, Nahwu, Kosakata Bahasa Arab, Terjemah dan Imla. Adapun Bahasa Inggris terdiri dari Reading, conversation, grammar, composition, translation dan dictation. Sedangkan materi Al Qur’an terdiri dari membaca al Qur’an dan tajwidnya, hafalan juzamma, do’a sehari-hari, ibadah qouliyah dan fi’liyah.
Sedangkan ujian tulis diadakan serentak dengan materi masing-masing kelas. Setiap harinya rata-rata ada 3 materi yang diujikan, hingga 10 hari lamanya.

Di pondok ini, semua nilai yang diberikan adalah nilai asli. Tidak ada nilai tambah atau kurang. Jika santri nilainya 3, maka akan diberikan 3. Jika nilainya 10 maka diberikan 10. Maka, nilai yang tertulis di raport itu adalah hasil kesungguhan santri itu sendiri.
