Tanqih I‘dād Ujian Syafahi, Darussalam Sukaraja Perkuat Kesiapan Penguji

Majalengka – Pondok Modern Darussalam Sukaraja melaksanakan kegiatan Tanqih I‘dād atau pengoreksian soal-soal ujian syafahi pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari penuh dan bertempat di lingkungan Pondok Modern Darussalam Sukaraja sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan ujian syafahi akhir tahun bagi para santri.

Kegiatan tanqih i‘dād ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., bersama Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar, M.Pd. Keduanya bertugas mengoreksi dan menashih soal-soal ujian syafahi yang telah disusun oleh para asatidz penguji.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pengarahan ujian syafahi yang telah dilaksanakan pada Kamis malam, 22 Januari 2026. Setelah pengarahan tersebut, seluruh asatidz diberikan waktu selama dua hari untuk menulis i‘dād atau persiapan soal ujian syafahi sesuai dengan materi yang akan diujikan kepada santri. Seluruh soal ditulis dalam buku khusus yang telah disediakan oleh staf KMI Pondok Modern Darussalam Sukaraja.

Sebagai informasi, ujian syafahi di Pondok Modern Darussalam Sukaraja dilaksanakan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama adalah ujian Al-Qur’an yang meliputi kemampuan membaca Al-Qur’an dan tajwid, hafalan surat-surat pendek, hafalan doa-doa, serta praktik ibadah. Gelombang kedua adalah ujian Bahasa Arab yang mencakup materi muhadatsah, durusul lughah, nahwu, sharf, balaghah, terjemah ta‘bir, serta hafalan mufradat. Adapun gelombang ketiga adalah ujian Bahasa Inggris yang meliputi conversation, reading, grammar, translation, serta hafalan vocabularies. Jadi, setiap santri akan menghadapi 3 ujian di atas.

Pada Sabtu pagi, Pimpinan Pondok Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman dan Al-Ustadz Ahmad Kali Akbar telah bersiaga di kantor pondok untuk memulai proses pengoreksian i‘dād. Para asatidz secara bergiliran melaporkan i‘dād yang telah mereka susun. Apabila ditemukan soal yang kurang sesuai dengan standar atau materi yang ditetapkan, maka asatidz yang bersangkutan diwajibkan melakukan perbaikan dan melaporkannya kembali.

Dalam proses tanqih, para asatidz tidak hanya diminta menyerahkan soal secara tertulis, tetapi juga terkadang diuji secara langsung. Mereka ditanya mengenai beberapa butir soal untuk memastikan penguasaan materi yang akan ditanyakan kepada santri. Selain itu, para penguji juga dites kefasihan dalam melafalkan kosakata maupun kalimat berbahasa Arab dan Inggris, guna memastikan tidak terjadi kesalahan lafal saat ujian berlangsung di hadapan santri.

Proses pengoreksian i‘dād ini berlangsung hingga malam hari. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas, ketertiban, serta keseriusan pelaksanaan ujian syafahi, sekaligus menegaskan bahwa ujian di Pondok Modern Darussalam Sukaraja tidak hanya menguji santri, tetapi juga menguji kesiapan dan kompetensi para pendidiknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *