Majalengka – Suasana penuh khidmat menyelimuti aula masjid Pondok Modern Darussalam Sukaraja (PMDS) pada Ahad pagi, 24 Muharram 1447 H bertepatan dengan 21 Juli 2025. Dalam rangkaian kegiatan Kuliah Umum Babak Pertama Khutbatu-l-‘Arsy, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja menyampaikan kisah perjuangannya dalam merintis berdirinya pesantren yang kini menjadi tempat menimba ilmu bagi santri dari berbagai daerah.
Dalam ceramahnya, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., beliau mengisahkan bahwa perjuangan mendirikan pondok ini bermula pada bulan September 2016, sesaat setelah menyelesaikan studi pascasarjana (S2) di Malang. Sekembalinya ke tanah kelahiran, beliau mulai mengajar ngaji di Mushola As-Suyuti. Saat itu, jumlah santri pertama berjumlah 13 orang. Meski sederhana, dari situlah langkah awal sebuah cita-cita besar dimulai. Pada tahun yang sama, didirikan pula Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Upaya mendirikan pondok pun tidak serta merta dilakukan tanpa arahan. Beliau menjalin silaturahim ke berbagai pesantren sebagai upaya memperkuat visi dan meneguhkan niat. Salah satu kunjungan penting dilakukan ke Pondok Modern Tazakka, di mana beliau berdiskusi langsung dengan K.H. Anang Rikza Masyhadi, Ph.D. Dalam pertemuan itu, beliau mendapatkan banyak arahan dan semangat untuk melanjutkan langkah pendirian pesantren.
Tak berhenti di sana, beliau juga mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Kuningan dan berdiskusi dengan Dr. K.H. M. Tata Taufik, didampingi Ustadz Galih Arum dan Ustadz Deni Muchlasin. Dalam perbincangan tersebut, muncul pertanyaan mendasar dari Kyai Tata: model pesantren seperti apa yang akan kamu rintis? Dengan penuh keyakinan, Ustadz Zakiyaman menjawab ingin mendirikan pondok dengan model Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) seperti Gontor. Saat ditanya apakah akan dimulai dengan santri putra atau putri, serta jenjang pendidikan yang akan ditempuh, beliau menegaskan bahwa pondok akan dimulai untuk santri putra dengan sistem full KMI Gontor.

Atas saran Kyai Tata, beliau pun melanjutkan perjalanan ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Pada tanggal 26 Maret 2021, beliau bersilaturahim ke Gontor dan bertemu dengan Pimpinan Pondok K.H. Hasan Abdullah Sahal, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., dan K.H. M. Akrim Mariyat, Dipl. Ed., untuk memohon izin mendirikan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Majalengka sekaligus meminta izin dan doa restu untuk pendirian Pondok Modern Darussalam Sukaraja.
Perjalanan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada 9 Juni 2021, secara resmi KMI Pondok Modern Darussalam Sukaraja dibuka dengan lima orang santri perdana. Pada tahap awal, pondok mendapatkan dua guru pengabdian dari Gontor yang membantu mengawal jalannya pendidikan di awal perintisan.

Kini, setelah empat tahun berjalan, Pondok Modern Darussalam Sukaraja terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Jika dihitung secara keseluruhan, santri yang mendaftar telah berjumlah 47 orang, sebagian ada yang melanjutkan pendidikannya di Gontor. Saat ini, jumlah santri yang ada di pondok berjumlah 26 santri, sedangkan jumlah gurunya 22 orang. Secara fisik, pada awal pendirian, pondok ini berdiri di atas lahan seluas 734 meter persegi. Sekarang, jumlah tanah sudah mencapai hampir 1 hektar.
Dalam penutup kisahnya, Pimpinan PMDS menyampaikan pesan menyentuh kepada seluruh hadirin. Ia menegaskan bahwa pondok ini bukan dibangun semata-mata untuk dirinya, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada umat dan sebagai sarana mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi. Pondok Modern Darussalam Sukaraja adalah pondok wakaf yang artinya bukan milik pribadi. Ini adalah pondok amanat yang harus kita jaga bersama.
Acara ini dihadiri oleh seluruh santri dan para asatidz. Selain menjadi momen perkenalan awal tahun, kuliah umum tersebut juga menjadi sarana menguatkan semangat dan arah perjuangan santri dalam menempuh pendidikan di pondok modern ini.
