Majalengka – Gema tepuk tangan membahana memenuhi GOR Sukaraja Kulon, Rabu (30/7/2025), saat Pondok Modern Darussalam Sukaraja (PMDS) Jatiwangi, Majalengka, sukses menggelar acara Pentas Seni (Pensi) 2025. Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini menjadi ajang unjuk kreativitas para santri, sekaligus wadah pembinaan bakat dalam bingkai pendidikan Islami.
Pentas seni tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Pimpinan PMDS Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., jajaran direktur lembaga, seluruh walisantri, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat. Hadir pula perwakilan Bupati Majalengka, K.H. Asep Zaki, Kapolsek, para pimpinan pondok pesantren, pembina serta pengurus IKPM Gontor cabang Majalengka, kepala desa Sukaraja Kulon, kepala sekolah tingkat SD, MI, dan SMP se-Kecamatan Jatiwangi, serta tokoh masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Ketua Pensi 2025 Al Ustadz Muhammad Axel menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah sekadar hiburan biasa, melainkan media pelatihan dan penanaman bakat santri dalam berbagai bidang seni. “Santri tidak hanya belajar dan mengaji, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan zaman, tentu tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujarnya penuh semangat.
Pimpinan Pondok, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I., menyampaikan pesan mendalam dalam sambutannya. Menurut beliau, pendidikan tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi harus ditanamkan melalui keteladanan. “Anak-anak harus dipaksa, lalu terbiasa, kemudian menjadi bisa, menjadi sifat, dan akhirnya menjadi karakter. Itulah proses pendidikan,” tegasnya. Ia pun menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara, termasuk para donatur. “Acara ini menelan biaya sekitar 20 juta rupiah, dan semuanya terlaksana atas kerja sama berbagai pihak,” imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan Bupati Majalengka, K.H. Asep Zaki, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih kepada Pondok Modern Darussalam Sukaraja yang telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Ini adalah salah satu tugas utama pemerintah, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Pondok Modern Darussalam Sukaraja karena telah membantu mencerdaskan ummat. Selain itu, kami juga menyampaikan permohonan maaf karena belum maksimal dalam memberikan perhatian kepada pesantren, karena memang jumlah pesantren di Majalengka mencapai 534 pesantren” tuturnya dengan penuh harap.



Acara berjalan lancar, tertib, dan sangat meriah. Para hadirin dibuat terpukau oleh penampilan para santri yang menampilkan 20 jenis pertunjukan seni, mulai dari hadrah, pertunjukan silat, pantomim, nasyid, drama, pembacaan puisi, tari saman, tari campur sari, dan banyak lagi.
Hal yang lebih mengesankan, jumlah santri yang tampil hanya sebanyak 26 orang, namun mampu menyuguhkan penampilan yang luar biasa. Masing-masing santri rata-rata tampil lebih dari tiga kali, bahkan ada yang lebih dari sepuluh kali tampil dalam berbagai jenis acara.


Pentas Seni 2025 PMDS Sukaraja ini membuktikan bahwa dengan pendidikan yang tepat dan pembinaan yang intensif, para santri mampu tampil percaya diri, berprestasi, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat dan kreativitas para santri yang luar biasa, acara ini bukan hanya menjadi hiburan yang mengesankan, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa pesantren mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman.
