Kuliah Umum Babak ke-3 dilaksanakan pada hari Senin pagi, 15 Juli 2024. Kuliah kembali disampaikan oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Sukaraja, Al-Ustadz Muhammad Zakiyaman, M.Pd.I. Kali ini beliau menjelaskan tentang falsafah, visi misi, media transformasi ajaran PM Darussalam Sukaraja, dan spesifikasi Pondok Modern Darussalam Sukaraja.
Pertama, Nilai Pendidikan di Pondok Modern Darussalam Sukaraja ada 5: Panca Jiwa, Motto, Orientasi, Sintesa, dan Falsafah. Kelima nilai pendidikan ini merujuk kepada nilai pendidikan yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Lebih rinci, beliau membagi Falsafah di Pondok Modern Darussalam Sukaraja menjadi 2, yaitu: falsafah kelembagaan dan falsafah pendidikan.

Diantara falsafah kelembagaan yang paling masyhur adalah sebagai berikut:
- Pondok adalah lapangan perjuangan bukan lapangan penghidupan. Artinya, pondok ini tempat berjuang, tempat beramal sholeh. K.H. Hasan Abdulah Sahal sering menyampaikan; to give, to give, to give. Pertanyaanya: apa yang bisa saya lakukan untuk pondok? Apa yang bisa saya berikan untuk pondok. Jangan dibalik: apa yang saya dapatkan dari pondok? berapa yang saya dapatkan dari pondok? Jika niatnya ibadah, rejeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
- Hidupilah pondok jangan menggantungkan hidup kepada pondok. Di pondok ini bukan bicara untung rugi, tapi bicara tentang berkah.
- Pondok adalah tempat ibadah dan tholabul ilmi. Di sini tempat beribadah dan mencari ilmu.
- Pondok berdiri di atas dan untuk semua golongan. Pondok ini tidak terafiliasi kepada salah satu ormas atau partai tertentu. Tetapi pondok ini berdiri di atas dan untuk semua golongan. Siapapun boleh mondok di sini. Selama golongan itu masih golongan yang dibenarkan oleh Islam.
- Hidup sekali hiduplah yang berarti. Catat sejarah hidup kalian dengan tinta emas. Jangan dunia saja yang dipikirkan, tapi akhirat. Karena itu yang utama.
- Raportmu di langit belum tentu sama atau bahkan tidak sama dengan raportmu di bumi. Rapot itu isinnya nilai. Contoh, ada orang di dunia kaya, tapi miskin di akhirat atau sebaliknya. Orang islam itu harus kaya. Jadilah orang kaya agar bisa lebih banyak membantu orang-orang miskin. Harta yang bermanfaat itu yang disedekahkan di jalan allah. لن تنالوا البر حتى تنفقوا مما تحبون
- Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Kita ini perlu makan agar bisa beribadah dan beramal sholeh. Tapi jangan jadikan tujuan hidup kalian hanya untuk makan (mencari uang). Jika demikian, maka tidak ada bedanya dengan kambing. Kambing itu makan, beranak, main. Kalo kamu kerjanya makan dan main saja, ya tidak ada bedanya dengan kambing.
Adapun Falsafah pendidikan di Pondok Modern Darussalam Sukaraja adalah sebagai berikut:
- Athoriqotu ahammu minal madah, wa al-mudarris ahammu min ath-thoriqoh, wa ruuh al-mudarris ahammu min al-mudarris nafsihi. Sama halnya dengan di Gontor, di Pondok Modern Darussalam Sukaraja juga pembelajaran itu sangat penting. Tidak sekedar materi ajar, tapi bagaimana cara menyampaikan atau metode pembelajaran itu lebih penting dari sekedar materi saja. Tapi, meski metode itu penting, ternyata guru itu lebih penting dari metodenya. Namun, jangan lupa, ada yang lebih penting dari guru itu sendiri, yaitu ruhnya guru. Artinya, adanya guru di kelas dengan materi ajar yang baik dan metode pembelajaran yang baik, itu belum cukup menjadikan pembelajaran menjadi baik. Guru harus dibarengi dengan ruuh atau jiwa guru tersebut. Jangan sampai guru mengajar dengan setengah hati. Jangan sampai jasadnya di kelas, tapi hatinya di kamar. Maka jiwa guru atau keseriusan dan keikhlasan guru dalam mengajar itu menjadi kunci utama dalam pembelajaran.
- Pondok memberi kail, tidak memberi ikan. Pondok memberikan kunci bukan membukakan pintu. Di pondok ini kita semua diberikan bahan mentahnya, bukan bahan yang sudah matang. Contoh, dalam pembelajaran bahasa arab, kita dibekali ilmu alat berupa nahwu shorf, dan lain-lain. Dengan alat itu, kita dituntut untuk belajar lebih luas lagi. Kita harus banyak membaca kitab kuning yang tidak diajarkan di pondok ini. BUkan berhenti dengan kail yang sudah diberikan pondok.
- Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian. Adanya ujian di sini adalah untuk mencari metode yang baik dalam belajar. Jika niat belajar itu untuk ujian, maka belajar kalian akan terbatas dengan soal-soal yang akan keluar saat ujian. Tapi jika dibalik, ujian itu untuk belajar, maka kalian akan belajar banyak hal. Diantaranya akan belajar bagaimana cara belajar yang baik.
- Ilmu bukan untuk ilmu, tapi ilmu untuk amal dan ibadah.

Visi Misi PM Darussalam Sukaraja:
Sebagai lembaga pendidikan islam yang mencetak kader kader pemimpin ummat. Menjadi tempat ibadah dan sumber ilmu pengetahuan agama dan umum dengan tetap berjiwa pesantren.
Adapun misi Pondok Modern Darussalam Sukaraja adalah sebagai berikut:
- Mempersiapkan generasi yang unggul dan berkualitas menuju terbentuknya khairul ummah.
- Mendidik dan mengembangkan generasi mukmin muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas serta berkhidmat kepada masyarakat.
- Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang sehingga terbentuknya ulama yang intelek, bukan intelek yang tahu agama.
- Mempersiapkan warga negara berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
- Transformasi ajaran Darussalam Sukaraja. Bagaimana ajaran ini bisa disalurkan? Maka transformasi ini melalui guru, santri dan wali santri. Dengan cara:
- Keteladanan. Siap ayang menjadi teladan? Tentu pimpinan, guru, pengasuhan santri, dan santri itu sendiri.
- Penugasan. Jadi panitia. Standar kumpul di pondok ini, jarum jatuh terdengar.
- Penciptaan lingkungan. Semua yang dilihat, didengar, dirasakan, dialami harus mengandung unsur pendidikan.
- Silaturahim dengan walisantri di bulan ramadhan dan syawwal juga pada acara-acara pondok.
- Pengiriman tenaga pengajar ke pondok lain.
Media transformasi ajaran Pondok Modern Darussalam Sukaraja sebagai berikut:
- Perbuatan atau kiprah alumni PM Darussalam Sukaraja. Seperti halnya Gontor, maka alumni sangat diharapkan menjadi cermin dari pondoknya. Maka, masyarakat akan menilai pondok ini dari apa yang diperbuat oleh alumni-alumninya kelak.
- Melalui tulisan melaui media sosial (website, youtube, facebook, instagram).
- Kenyataan. Pondok ini dilihat dari kualitas pendidikannya, kualitas dan kuantitas santrinya bertambah, dll. Semua fakta ini merupakan bagian dari transformasi ajaran-ajaran PM Darussalam Gontor kepada masyarakat.
Spesifikasi PM Darussalam Sukaraja:
- Status wakaf. Seluruh aset yang ada di pondok ini sudah diwakafkan kepada ummat Islam. Jadi bukan lagi milik pendiri pondok.
- Punya jiwa dan falsafah. Jiwa dan falsafah ini sangat penting karena merupakan kurikulum inti dari sebuah pondok.
- Penguasaan bahasa arab dan inggris. Kedua bahasa asing ini menjadi salah satu icon di Pondok Modern Darussalam Sukaraja.
- Sistem pendidikannya KMI. Muadalah ada 2: muallimin (Gontor) dan salaf. Sistem di Pondok Modern Darussalam Sukaraja adalah Kulliyatul Muallimin al-Islamiyyah (KMI) persis mengikut Gontor.
- Adanya perguruan tinggi. Kelak, Pondok Modern Darussalam Sukaraja akan memiliki perguruan tinggi sendiri insha Allah.
